Skip to content
EVPedia / Artikel / panduan

Mobil Listrik vs Bensin: Mana yang Lebih Hemat di Indonesia?

calendar_today 7 November 2026 schedule 3 menit baca Disusun dengan bantuan AI

Mobil Listrik vs Bensin: Mana yang Lebih Hemat di Indonesia?

Foto: Kindel Media / Pexels

Bandingkan biaya mobil listrik dan bensin di Indonesia, dari harga energi, servis, hingga pajak, dengan hitungan praktis dan ramah pemula.

Kenapa Perbandingan Biaya Ini Penting?

Banyak orang tertarik pindah ke mobil listrik karena biaya hariannya disebut lebih murah. Namun, keputusan membeli mobil tidak cukup hanya melihat harga energi. Anda perlu membandingkan total biaya kepemilikan, termasuk listrik atau bensin, servis, pajak, asuransi, dan nilai jual kembali. Artikel ini merangkum gambaran praktis untuk pembaca di Indonesia, dengan angka perkiraan yang bisa berbeda tergantung lokasi dan kebijakan.

1. Biaya Energi: Listrik vs Bensin

Ini adalah komponen yang paling sering dibandingkan. Mobil bensin mengonsumsi bahan bakar per kilometer, sedangkan mobil listrik mengonsumsi listrik per kilometer. Untuk perbandingan adil, gunakan biaya per kilometer.

Sebagai ilustrasi, harga bensin bersubsidi dan non-subsidi di Indonesia berbeda-beda. Tarif listrik rumah tangga juga berlapis. Karena itu, angka di bawah adalah perkiraan kasar, bukan patokan resmi.

KomponenMobil BensinMobil Listrik
Konsumsi energiSekitar 10–15 km/literSekitar 5–8 km/kWh
Harga energiBensin sekitar Rp10.000–15.000/literListrik rumah sekitar Rp1.500–2.200/kWh
Biaya per km (perkiraan)Sekitar Rp700–1.500/kmSekitar Rp250–450/km

Dari ilustrasi ini, biaya energi mobil listrik di rumah bisa jauh lebih rendah. Namun, jika Anda banyak menggunakan SPKLU umum dengan tarif yang lebih tinggi, selisihnya bisa menyempit. Untuk menghitung dengan angka Anda sendiri, coba Kalkulator Hemat.

2. Biaya Servis dan Perawatan

Mobil listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dibanding mobil bensin. Tidak ada oli mesin, busi, atau filter udara mesin yang perlu diganti rutin. Ini berpotensi menurunkan biaya servis berkala.

Tetapi, mobil listrik tetap memerlukan perawatan seperti rotasi ban, pemeriksaan sistem pendingin baterai, dan pengecekan kaki-kaki. Biaya penggantian baterai di luar garansi juga perlu diwaspadai, meskipun garansi baterai umumnya cukup panjang.

  • Mobil bensin: servis berkala, oli, busi, filter, dan potensi perbaikan mesin.
  • Mobil listrik: servis berkala lebih ringkas, fokus pada ban, rem, dan sistem baterai.

3. Pajak, Asuransi, dan Insentif

Pemerintah Indonesia memberikan sejumlah insentif untuk kendaraan listrik, seperti pembebasan atau keringanan pajak tertentu. Kebijakan ini dapat berubah, jadi pastikan Anda mengecek informasi terbaru di daerah Anda.

Premi asuransi mobil listrik bisa berbeda karena nilai kendaraan dan biaya perbaikan. Untuk mobil bensin, variasi premi juga tergantung merek, model, dan riwayat klaim.

4. Harga Beli dan Nilai Jual Kembali

Harga awal mobil listrik di Indonesia masih bervariasi. Model seperti Wuling Air ev dan BYD Dolphin menawarkan pilihan yang lebih terjangkau, sementara model seperti Hyundai Ioniq 5 berada di segmen yang lebih tinggi.

Nilai jual kembali mobil listrik belum seteratur mobil bensin karena pasar masih berkembang. Namun, permintaan yang meningkat dapat memengaruhi harga di masa depan.

5. Contoh Skenario Pemakaian

Misalkan Anda menempuh 1.500 km per bulan. Dengan mobil bensin berbiaya sekitar Rp1.000/km, biaya energi bulanan sekitar Rp1,5 juta. Dengan mobil listrik berbiaya sekitar Rp350/km, biaya energi bulanan sekitar Rp525 ribu. Selisih sekitar Rp975 ribu per bulan, atau sekitar Rp11,7 juta per tahun. Ini baru biaya energi, belum termasuk servis dan pajak.

Perbandingan biaya sebaiknya dihitung per kilometer dan per tahun, bukan hanya dari harga beli.

6. Faktor yang Sering Terlewat

  • Ketersediaan charger di rumah dan lokasi parkir.
  • Jarak tempuh harian dan akses ke SPKLU.
  • Kebijakan insentif daerah yang bisa berbeda.
  • Rencana kepemilikan: semakin lama, semakin besar peluang hemat.

Kesimpulan

Secara umum, mobil listrik berpotensi lebih hemat untuk pemakaian harian yang cukup tinggi dan pengisian daya di rumah. Namun, mobil bensin masih kompetitif untuk pengguna dengan jarak tempuh rendah atau yang sering melakukan perjalanan jauh tanpa akses charger. Gunakan Bandingkan dan Car Finder untuk melihat pilihan model sesuai kebutuhan Anda.

Masih bingung menghitung? Tanyakan langsung ke EVA, asisten AI EVPedia, untuk simulasi biaya yang disesuaikan dengan profil pemakaian Anda.

#biaya mobil listrik#mobil bensin#perbandingan biaya#TCO#Indonesia
Masih ada pertanyaan?

EVA bisa menjelaskan artikel ini lebih detail.

smart_toyTanya EVA

infoPlatform ini dibantu kecerdasan buatan (AI) untuk mempermudah Anda — tetap konfirmasi ke dealer resmi.

EVA AI
Electric Vehicle Assistant
open_in_full
compare_arrows 0 Bandingkan sekarang